JENIS -JENIS BAHAN CETAK DAN NON CETAK DI PERPUSTAKAAN
JENIS - JENIS KOLEKSI CETAK DAN NON CETAK DI PERPUSTAKAAN
Setiap perpustakaan memiliki bahan pustaka dengan berbagai bentuk dan jenis. Semakin berkembangnya teknologi sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya mempengaruhi perpustakaan namun juga koleksi di dalamnya. Umumnya kita ketahui bahwasannya koleksi di perpustakaan itu memiliki 3 macam jenis, yaitu : karya cetak, non cetak dan mikro. Berikut akan dijelaskan mengenai apa2 saja jenis2nya dan contoh2nya.
1. Karya Cetak
Karya cetak merupakan sebuah koleksi yg berupa bentu cetak yang memuat hasil pemikiran seseorang. Karya cetak mencakup buku dan bukan buku.
a. Buku
Buku atau monografi adalah bahan pustaka yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan yg dibuat dalam satu jilod atau lebih.karya cetak ini mencakup :
b. Bukan Buku
Bahan bukan buku terdiri dari 4 jenis, yaitu:
2. BAHAN NON CETAK
Bahan non cetak adalah koleksi tidak dalam bentuk cetak yang memuat hasil pemikiran seseorang, kebalikan dari defenisi karya cetak. Karya non cetak contohnya seperti :
2. Rekaman video
3. Rekaman gambar dsb
Istilah yang biasa kita dengar mengenai karya non cetak yaitu bahan non buku atau bahan pandang dengar. Yang termasuk kedalam jenis pustaka ini adalah sebagai berikut:
3. BAHAN MIKRO
Koleksi ini merupakan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa, melainkan harus memakai alat yang dinamakan microreader. Bahan pustaka ini dikelompokkan tersendiri Dan tidak dimasukkan ke dalam bahan noncetak sebab informasi yang tercakup di dalamnya meliputi bahan tercetak, seperti majalah, surat kabar, dan sebagainya. Ada tiga macam bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan sebagai berikut.
1. Mikrofilm: bentuk mikro dalam gulungan film. Ada tiga jenis ukuran film, yaitu 8 mm, 16 mm, dan 35 mm. Kelompok ini mencakup aperture card (35 mm), microfilm cartridge (16 mm), dan microfilm jackets (16 mm). Mikrofilm dibaca melalui proyektor.
2. Mikrofis: bentuk mikro dalam lembaran film dengan ukuran 105 mm dan 148 mm (standar)serta 75 mm x 125 mm.
3. Micropaque: bentuk mikro ketika informasinya dicetak ke dalam kertas yang mengilat dan tidak tembus cahaya. Ukurannya sebesar mikrofis.
Pada karya dalam bentuk elektronik dengan adanya teknologi informasi, informasi dapat. dituangkan ke dalam media elektronik, seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Untuk membacanya, diperlukan perangkat keras, seperti komputer, CD-ROM, player, dan sebagainya.
Daftar Pustaka
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PUST4102-M1.pdf&ved=2ahUKEwiv6J3urJ_oAhWQbSsKHROxAIAQFjAHegQIBRAC&usg=AOvVaw3nTC0FwlfIjJUXO0Hgf_Rz
Setiap perpustakaan memiliki bahan pustaka dengan berbagai bentuk dan jenis. Semakin berkembangnya teknologi sehingga melahirkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya mempengaruhi perpustakaan namun juga koleksi di dalamnya. Umumnya kita ketahui bahwasannya koleksi di perpustakaan itu memiliki 3 macam jenis, yaitu : karya cetak, non cetak dan mikro. Berikut akan dijelaskan mengenai apa2 saja jenis2nya dan contoh2nya.
1. Karya Cetak
Karya cetak merupakan sebuah koleksi yg berupa bentu cetak yang memuat hasil pemikiran seseorang. Karya cetak mencakup buku dan bukan buku.
a. Buku
Buku atau monografi adalah bahan pustaka yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan yg dibuat dalam satu jilod atau lebih.karya cetak ini mencakup :
- Buku teks
2. Buku rujukan
3. Buku fiksi
b. Bukan Buku
Bahan bukan buku terdiri dari 4 jenis, yaitu:
- Terbitan Berseri, Yaitu pustaka yang diterbitkan secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu (terbit harian,mingguan, bulanan, dan seterusnya). Contohnya seperti surat kabar, majalah (mingguan, bulanan dan seterusnya) serta laporan yg terbit dalam jangka waktu tertentu.
- Peta: bahan kartografi mencakup peta atlas bola dunia, foto udara, dsb.
- Gambar
- Brosur, pamplet atau buklet
- Makalah
2. BAHAN NON CETAK
Bahan non cetak adalah koleksi tidak dalam bentuk cetak yang memuat hasil pemikiran seseorang, kebalikan dari defenisi karya cetak. Karya non cetak contohnya seperti :
- Rekaman suara
2. Rekaman video
3. Rekaman gambar dsb
Istilah yang biasa kita dengar mengenai karya non cetak yaitu bahan non buku atau bahan pandang dengar. Yang termasuk kedalam jenis pustaka ini adalah sebagai berikut:
- Rekaman suara, yaitu bahan pustaka dalam bentuk pita kaset dan piringan hitam.
- Rekaman gambar hidup / video, yang termasuk dalam bahan ini adalah kaset, gulungan, kaset video, atau cakram/disk (cd) koleksi ini dapat dilihat dari VCR, televisi atau komputer.
- Rekaman data magnetis/digital, contohnya seperti disket, CD dan pangkalan data. Untuk membacanya memerlukan bantuan dari perangkat keras seperti komputer.
- Bahan grafika, bahan grafika dibaca melalui alat bantu proyektor. Koleksi ini memcaku beberapa hal seperti:
- Film strip, yaitu selongsongan film yang memuat gambar dalam urutan tertentu yang diproyeksikan satu persatu dan dapat disertai suara atau tidak.
- Slide, yaitu lembaran gambar yang dibingkai dan dilihat menggunakan proyektor.
- Transparansi yaitu lembaran bahan transparan yang dilihat bantuan overhead projector.
- Bahan kartografi, adalah karya yang merupakan representasi grafika dari alam semesta, seperti bumi, matahari, bulan, berbagai planet dan badan ruang angkasa lainnya. Koleksi ini dapat berbentuk 2 atau 3 dimensi seperti globe, peta ruang angkasa, foto udara dsb.
3. BAHAN MIKRO
Koleksi ini merupakan semua bahan pustaka yang menggunakan media film dan tidak dapat dibaca dengan mata biasa, melainkan harus memakai alat yang dinamakan microreader. Bahan pustaka ini dikelompokkan tersendiri Dan tidak dimasukkan ke dalam bahan noncetak sebab informasi yang tercakup di dalamnya meliputi bahan tercetak, seperti majalah, surat kabar, dan sebagainya. Ada tiga macam bentuk mikro yang sering menjadi koleksi perpustakaan sebagai berikut.
1. Mikrofilm: bentuk mikro dalam gulungan film. Ada tiga jenis ukuran film, yaitu 8 mm, 16 mm, dan 35 mm. Kelompok ini mencakup aperture card (35 mm), microfilm cartridge (16 mm), dan microfilm jackets (16 mm). Mikrofilm dibaca melalui proyektor.
2. Mikrofis: bentuk mikro dalam lembaran film dengan ukuran 105 mm dan 148 mm (standar)serta 75 mm x 125 mm.
3. Micropaque: bentuk mikro ketika informasinya dicetak ke dalam kertas yang mengilat dan tidak tembus cahaya. Ukurannya sebesar mikrofis.
Pada karya dalam bentuk elektronik dengan adanya teknologi informasi, informasi dapat. dituangkan ke dalam media elektronik, seperti pita magnetis dan cakram atau disc. Untuk membacanya, diperlukan perangkat keras, seperti komputer, CD-ROM, player, dan sebagainya.
Daftar Pustaka
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://www.pustaka.ut.ac.id/lib/wp-content/uploads/pdfmk/PUST4102-M1.pdf&ved=2ahUKEwiv6J3urJ_oAhWQbSsKHROxAIAQFjAHegQIBRAC&usg=AOvVaw3nTC0FwlfIjJUXO0Hgf_Rz






Komentar
Posting Komentar